Header Ads

Semarak Bersih Desa Tahun 2017

Bersih desa adalah budaya adat yang rata-rata dimiliki desa, termasuk dimiliki oleh sejumlah desa di wilayah kabupaten Ngawi. Budaya adat yang bernama bersih desa timbul sejak nenek moyang dahulu, yang turun temurun selalu ada sampai sekarang.

Bersih desa adalah budaya antara paduan kepercayaan dengan agama, bisa dikatakan seperti ini, secara kronologis pada saat bersih desa itu datang, seluruh penduduk membuat seperangkat buceng (nasi lengkap dengan lauk pauk terutama panggang ayam ). Dan seluruh penduduk membawa buceng kerkumpul di suatu sumber air (sendang) di desa.

Kemudian secara bersama-sama diadakan doa dipimpin juru kunci atau sesepuh desa. Sudah terlanjur jadi kepercayaan dengan mengadakan momen seperti itu, seluruh desa akan selamat dari mara bahaya, rejeki yang melimpah, pointnya terhindar dari hukuman alam dan gangguan setan. Jaman leluhur bila tidak dijalankan bersih desa, pagebluk datang ( khusus desa Dero dan sekitarnya turun hasil beras dan kekeringan menyerang beberapa penduduk ), konon cerita di beberapa wilayah desa jika tidak melaksanakan akan terjadi sesuatu yang kurang baik.

Salah satu kegiatan bersih desa di Desa Dero kecamatan Bringin Kab.Ngawi dibawah Kades Ariyadi, juga nguri-nguri budaya adat peninggalan leluhur. Tema bersih Desa Dero yaitu selalu merawat, menjaga dan memanfaatkan fungsi dari sebuah sendang (sumber mata air).


Kepala Desa (Kades) Dero Ariyadi menjelaskan turun temurun bersih desa selalu dilaksanakan, dan bertepatan pada bulan kemarau. Adapun maksudnya selamatan bersama dengan panjatan doa seluruh warga, bersyukur kepada Yang Kuasa, yang sudah memberikan kesejahteraan cukup sandang dan pangan.

Kemudian lanjut Ariyadi terkait Sendang Beji, secara administrasi Sendang Beji masuk Desa Gandong, tapi sejak nenek moyang dulu air yang berasal dari Sendang Beji digunakan untuk mengairi pertanian dan sumber air bersih wilayah desa Dero dan desa Gandong.

Namun setelah ada waduk yang mengairi persawahan, air Sendang Beji dimanfaatkan sebagai air bersih tepatnya mulai 2012 hingga sekarang. Pengelolaan air Sendang Beji dikelola oleh Desa Dero. Jika air waduk tidak mengalir saat musim kemarau, air Sendang Beji dimanfaatkan untuk perairan sawah.

Menurut penjelasan juru kunci Mbah Sugeng sumber air Sendang Beji dimulai dari jaman para wali, untuk sumber hidup masyarakat yang hidup berkelompok hingga dinamakan pondok. Tempat seputaran sumber air sendang banyak warga, historisnya adalah sumber alam yang besar itu dinamakan Beji. Bermakna Beji (beras bejaji/banyu bejaji), maka sumber yang ada di kelola Desa Dero dan dinamakan Sendang Beji, asal usulnya orang mencari beras dan air untuk menghidupi keluarga.

Kades pertama kali pondok bagian dusun dari Desa Dero namanya Pokromo. Waktu jaman Belanda sendang dibendung hendak diarahkan ketimur namun tidak bisa, air membludak ke barat, peristiwa ini terjadi kejadian pada 1950 an. Sendang Beji muncul punya urutan sejarah pertama mulai Bringin sendang beji celep, kedua sendang beji nambung, ketiga sendang beji pondok (dero), keempat sendang beji pancuran, kelima sendang beji tawun.

“Jadi bersih desa tidak hanya budaya adat namun mempunyai nilai penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam pelaksanaan bersih desa juga menguras endapan pasir yang sudah tertumpuk dan pula membersihkan kotoran daunan memperlancar sumber air agar tidak ada hambatan, “ tambah Kades Ariyadi. (eko)


Sumber : http://bisnissurabaya.com/

No comments

Powered by Blogger.